
Informasi yang menarik saya baca di milis artdirectorclub mengenai workshop peta hijau. Sebelumnya saya pernah masuk ke site www.greenmap.or.id, sekedar pengen tahu lebih banyak apalagi yang ada hubungannya dengan hijau-hijau..:)
Maka Sabtu kemarin datanglah saya ke salah satu gedung di jalan Suryopranoto tempat workshop dilaksanakan. Walau di milis peserta dibatasi 25 orang namun saat itu kita semua berjumlah 70-an orang. Dengan beragam profesi, usia dan latar belakang pendidikan. Cukup menarik bagi saya karena hanya di jakarta saya bisa menemukan beragam orang dalam satu kesempatan. Ada ahli geologi, anggota LSM, mahasiswa, corporate secretary, pekerja film, pengarah seni, pekerja tambang dan lain-lain.

Ada presentasi dari pelopor Bike To Work, ada komunitas KRLMANIA dan Transjakarta. Kemudian penjelasan dari Marco Kusumawijaya, arsitek dan Ketua DKJ yang juga penggagas peta hijau di Jakarta. Ternyata peta hijau sudah berkembang luas, banyak daerah yang telah memiliki peta hijau dan berbagai jenis informasi. Jogjakarta dengan peta hijau jalur sepeda, peta hijau Aceh bahkan peta hijau...Bukittinggi! Wahhh saya kaget ternyata kota kelahiran saya telah dibuat peta hijaunya. Walau peta hijau Bukittinggi yang dibuat oleh Mas Marco dibilang paling tidak partisipatif dalam pembuatannya, hanya dikerjakan
oleh 5 orang, itupun mahasiswa Universitas Bung Hatta yang

didatangkan dari Padang. Nah lho..orang Bukittinggi sendiri manaa...ya sutralah daripada membahas soal karakter orang suatu daerah lebih baik menikmati pengetahuan baru soal informasi yang berbentuk peta hijau.
Siangnya kami sengaja diajak praktek pengamatan dan pencatatan lokasi atau objek yang layak masuk peta hijau, sebagai bahan pembuatan peta hijau Jakarta yang lebih lengkap lagi. Berjalan dibawah terik matahari dari jalan Suryopranoto sampai lapangan Monas. Ditutup dengan presentasi oleh masing-masing kelompok soal pengamatan yang telah dilakukan dan acara puncak...foto bersama..:) Semoga bisa berkumpul kembali dan menambah pengetahuan lagi.